CCTV

Selasa, 21 Maret 2017

Note 2

Selasa, 21 Maret 2017
Hari ini, seorang sahabat yang gua kenal sejak SMP udah mulai bosen sama gua, ntah itu karena sifat gua yang terlalu cuek sama dia ataupun cara gua memperlakukan dia seperti orang asing yang seolah olah seseorang yang baru gua kenal. Asli, gua hari ini kacau. Bak sehelai daun yang terlepas dari batangnya akibat angin yang tidak terlalu kencang, kemudian jatuh perlahan membusuk menyatu dengan tanah yang ia tiduri. 

Hal ini berarti bagi gua, karena hubungan sahabat itu tidak terbatas oleh apapun meskipun banyak teori yang mengatakan bahwa sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu setia dengan sahabatnya yang lain, memasang badan jika yang yang lain terluka, menjadi sosok inspirasi bagi sahabatnya agar mendapat MOVING UP dari setiap masalah yang ia hadapi. Gua sadar, bukan termasuk sahabat yang baik bagi sahabat gua yang lain, gua sampai hari ini merasa bersalah kepada mereka sebab sering mencampakan mereka, mendiamkan mereka, tidak memberi solusi, pasif jika diminta pendapat, tidak pernah mengerti apa yang masalah dimaksudkan, dan lainnya. 

Untuk sahabat gua, sampai hari ini gua lagi belajar dan selalu introspeksi tanpa gua harus katakan pada kalian semua. Tidak perlu memberi seuntai bunga untuk menyatakan bahwa gua mencintai kalian, tidak perlu memberi selembar tisu untuk mengusap air mata kalian, tidak perlu selalu berada disamping kalian untuk menyatakan bahwa gua peduli dengan kalian. Gua ada, tanpa kalian minta kehadiran gua. Gua disamping kalian, tanpa perlu mencari dimana gua. Gua akan selalu melakukan sebelum kalian akan lakukan. 

Inilah gua, semoga suatu saat kalian bisa membaca ini. 

Sabtu, 11 Maret 2017

Note 3

                                           Jum'at 31 Maret 2017
Flashback mulai menghampiri ketika sebuah pena aku cari diantara tumpukan buku yang usang, agar segera kembali menjalani tugasnya untuk menemaniku meng'induksi' konstanta fisika yang telah aku pelajari tahun lalu, yang seolah-olah mengajakku untuk menyusun apa yang telah aku lakukan pada hari kemarin.

Ya, aku sebut itu hari kemarin, sebab bagiku sesuatu yang telah terjadi selalu kuanggap sebagai hembusan angin yang berlalu begitu saja tanpa memikirkan arah kemana ia pergi. Kelas X-4 tepatnya, aku mulai menyadari pijakan kakiku yang terasa nyata, berdiri diantara kerumunan teman-teman seperjuangan yang mungkin hanya beberapa berfikiran seperti diriku.

Bagai tertimpa beban sangat berat yang harus aku bawa dipunggungku sampai kelulusan kelas 12 nanti, begitu jauh, sepi, tak tahu arah untuk melangkah selalu menjadi tekanan dalam setiap  'flash' yang datang menghampiri

Note 1

Sabtu, 11 Maret 2017
Sekarang, gua udah kelas 2 SMA. Ditambah lagi udah masuk ke semester 4, yang artinya tinggal 2 semester lagi gua menghadapi babak baru kehidupan. Masa persiapan tinggal beberapa langkah lagi menuju masa perjuangan, benar-benar sendiri berjuang. Sementara sampai sekarang, gua sama sekali belum tahu bagaimana mempersiapkan diri sendiri. 

Hari ini gua down banget, ternyata sulit juga mengatur diri sendiri untuk disiplin agar setiap waktu yang gua gunakan bisa bermanfaat buat masa depan gua. Mungkin kebiasaan sejak SMP, gua selalu menunda-nunda pekerjaan yang membuat gua selalu lalai atau terkesan bermalas-malasan setiap waktunya. Sampai hari ini, gua belum bisa konsisten. 

Gua selalu cari hal-hal kecil yang bisa menjadi titik balik bagi gua. Memang sering kali berhasil, tetapi selalu ada saat-saat dimana gua sedang berusaha "up" tetapi ada beberapa hal yang membuat gua merasa lelah seperti tidak ada angin segar lagi yang berhembus.